Senin, 19 Maret 2012

Fungsi dan Peranan Enzim

ENZIM

Enzim merupakan senyawa organik  yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi (katalisator)metabolisme di dalam tubuh (baik hewan/tumbuhan) tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi.

Sifat-sifat enzim.
  1. Tidak ikut bereaksi. Struktur enzim tidak berubah baik sebelum dan sesudah reaksi.
  2. Bermolekul besar.
  3. Bersifat khas/spesifik. Enzim hanya cocok untuk satu macam substrat saja atau sekelompok kecil substrat yang susunanya dan fungsinya sama.
  4. Enzim bersifat koloid, luas permukaan besar, bersifat hidrofil (suka air).
  5. Dapat bereaksi dengan senyawa asam maupun basa, kation maupun anion.
    1. Enzim sangat peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein misalnya suhu dan pH.    §  Suhu optimum: 30 o ; minimum: 0 o ; dan maksimum 40 o C.
    §  pH, tergantung pada jenis enzimnya (pepsin aktif kondisi masam, amilase kondisi  
                   netral, tripsin kondisi basa)
  1. Enzim dapat dipacu maupun dihambat aktifitasnya. Beberapa factor yang dapat menghambat ataupun memacu kerja enzim:
§  Logam, memacu aktifitas enzim: Mg, Mn, Co, Fe.
§  Logam berat, menghambat aktivitas enzim: Pb, Cu, Zn, Cd, Ag.
§ Substrat dalam jumlah banyak mula-mula memacu aktivitas enzim namun lama-kelamaan menghambat aktivitas enzim karena terjadi penumpukan.
§  Peningkatan konsentrasi enzim memacu aktivitasnya
§  Air dan vitamin juga memacu aktivitas enzim
Penghambatan aktifitas enzim ada dua tipe:
Kompetitif: zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan substrat sehingga dapat bergabung dengan sisi aktif enzim. Terjadi kompetisi antara substrat dengan inhibitor untuk bergabung dengan sisi aktif enzim (misal feed back effect)
Non kompetitif: zat penghambat menyebabkan struktur enzim rusak sehingga sisi aktifnya tidak cocok lagi dengan substrat.
  1. Enzim sebagai biokatalisator. Enzim sebagai pemercepat reaksi kimia yang ada di dalam tubuh, namun tidak ikut bereaksi. 
  2. Bagian enzim yang aktif adalah sisi aktif dari enzim.
  3. Enzim diberi nama sesuai dengan nama substrat dan reaksi yang dikatalisis, biasanya ditambah akhiran ase. Contoh: Karbohidrase, Protease, Lipase.
Enzim dibagi ke dalam 7 golongan besar

KELAS
TIPE REAKSI
Oksidoreduktase (nitrat reduktase)
memisahkan dan menambahkan elektron atau hidrogen
Transferase (Kinase)
memindahkan gugus senyawa kimia

Hidrolase (protease, lipase, amilase)
memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air
Liase (fumarase)
membentuk ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia
Isomerase (epimerase)
mengkatalisir perubahan isomer

Ligase/sintetase (tiokinase)
menggabungkan dua molekul yang disertai dengan hidrolisis ATP
Polimerase (tiokinase)
menggabungkan monomer-monomer sehingga terbentuk polimer

Susunan enzim
Zat penyusun enzim terdiri dari:
  1. Holoenzim, yaitu enzim aktif lengkap dengan semua komponennya.
  1. Apoenzim/ apoprotein, yaitu bagian yang terdiri dari protein.
  1. Koenzim, yaitu molekul organik (komplek) yang dibutuhkan enzim untuk melakukan fungsinya: NADP.
  1. Kofaktor/Gugus prostetik, yaitu bagian bukan protein yg dibutuhkan enzim untuk melakukan fungsinya. Sepeti :karbohidrat, lipid, logam ( Cu, Ca, P,Zn, K, Ni, Se) dan fosfat.
Penghambatan Reaksi Enzimatis.
n      Kerja enzim dapat dihambat secara irreversible dan reversible
n      Irreversible à pembentukan atau pemecahan ikatan kovalen dalam enzim
n      Reversible à suatu senyawa dapat terikat dan kemudian dpt lepas kembali
Reversible inhibitor ini dpt dibagi :
n  Competitive
·         inhibitor bersaing dgn substrat untuk terikat pd sisi aktif
·         Biasanya inhibitor berupa senyawa yg menyerupai substratnya, & mengikat enzim membentuk komplek EI
·         krn terikat scr reversible à penghambatan nya bias,  yaitu ketika ditambah substrat maka penghambatan berkurang
n  Non-competitive
·         inhibitor terikat pada sisi lain dari enzim (bkn sisi aktif)
·         jadi tidak memblok pembtkan enzim-substrat komplek
·         Enzim mjd tidak aktif ketika inhibitor terikat walau enzim mengikat substrat
·         Inhibitor mengurangi konsentrasi enzim yg aktif, sehingga mempengaruhi Vmax –nya

Teori untuk menjelaskan kerja enzim:
n     Lock and Key theory
Enzim memiliki struktur sisi spesifik yang cocok dengan substrat.
Mampu menerangkan spesifitas enzim ttp tidak dapat menerangkan stabilitas fase transisi enzim
n     Induced Fit theory
Substrat dan sisi aktif enzim bersifat fleksibel , sehingga pengikatan suatu substrat pada enzim menyebabkan sisi aktif mengubah konformasinya sehingga cocok dgn substratnya. à dpt menerangkan fase transisi ES komplek


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar